Ramadhan biasanya adalah hal yg paling membahagian untuk ku, aku selalu menunggu nya untuk segera datang menyapa ku,, namun kini ramadhan seolah mimpi yg terasa menyedihkan dan kalo ini memeng benar2 mimpi maka aku ingin segera bangun dari mimpi yg membuat aku meneteskan airmata ini,,
tak pernah aku bayangkan betapa ramadhan tahun ini adalah ramadhan yg tak pernah ingin aku ulangi dalam hidup ku dan semoga memang tak pernah terjadi lagi,, aku menagis di hari yg indah ini hari diman seharusnya menjadi hari kemenagan bagi siapapun umat islam yg berpuasa hari idulfitri..aku hanya memandangi orang2 dengan baju baru lewat jendela yg hilirnudik bersalaman dengan tetangga yg lain,, ingin rasa nya ku keluar namun aku terlalu malu wlw hanya sekedar melongo di depan pintu,, dulu tak begini, dulu lebaran adalah hal yg sangat di nanti karena di hari lebaran semua orang seolah berpesta dengan banyak makanan sanak saudara punyg jauh datang berkunjung rasanya begitu menyenangkan,, uang di kantongpun tersa begitu menumpuk,, tapi kini hanya kesedihan yg aku rasakan,,
waktu itu ketika aku pulang sekolah aku lihat ibu berkemas aku ingin bertanya namun aku lelah karena baru saja pulang sekolah ibu hanya bilang pd ku untuk segera makan lalu seperti biasa mengerjakan tugas ku yaitu cuci piring,, aku pun menyanggupinya ku bating tas ku di atas kasur lalu pergi ke dapur dan mengambil makanan.. aku tak menyadari ibu ku kini telah siap,, "de ibu pergi dulu y,, nanti kalo bapak tanya bilang aja ibu ke rumah ua y... " ku tatap ibu heran rasa nya kenapa kali ini rasanya tak biasa "ibu mw lama g ke ua nya?"
ibu malah menatap ku " nanti kalo adik mu pulang suruh makan saja,, pokonya kalo bapak naanya bilang saja ibu ke ua minjem uang " aku hanya mengganggk,, lalu ibu pun pergi jalan belakang rumah kami.. entah kenapa aku mengejar ibu lalu aku ikuti ibu,, aku hanya memandangi pungung ibu sampai tak terlihat lagi,, waktu berjalan adik ku pulang dari sekolahn nya mungkin dia tak menyadari bahwa ibu tlah pergi karena pasti yg ada pada pikirannya itu hanyalah main... siang mulai pergi lalu bulan mulai menampakan wajah nya,, kakak ku pun pulang dari kerja,, "de ibu mana? "aku bingung mau menjawab apa "ibu pergi ke ua" "ngapain? mw nginep gt?" aku hanya menggelengkan kepala.. aku tak tau pastinya kenapa ibu pergi dengan begitu mendadak tapi aku curiga mungkinkah ibu ku tak akan pulang lagi,,
bapak pun pulang dan memang heran di rumah hanya ada aku kakak dan adik ku,, "ibu kemana?" dengan heran bapak bertanya pada kami "g tw kata dede sch ktnya ke rumah ua " kakak mengarah kan pertanyaan pada ku.. ' g tw kt nya sch tadi ke ua" ku coba jelaskan setau ku saja,, " udah lama pergi nya?" "udah dari tadi singa pak sejak dede pulang sekoalah" bapak mulai takut,, sebenarnya bukan hanya bapak yg takut akua dan kaka ku pun mersa takut terlebih lagi takut kalo ibu tak pulang lagi.. bapak cob telepon rumah ua namun sepertinya hal ganjil terjadi,, "kak bapak ke rumah ua ulu y,,, ntr klo ibu pulang kabari bapak.. " " iyt pak" bpk segera bergegas pergi dengan motornya aku takut sekali terjadi sesuatu dengan ibu kuentah kemana ibu pergi sebenarnya mungkinkah ibu pergi ke kampung halamannya? tapi kalo memang pergi kenapa ibu pamitnya mau ke rumah ua...sebenarnya apa yg terjadi apa bapak dan ibu bertengkar hebat lagi sehingga membuat ibu pergi dari rumah?
ibu dan bapak memang sering cekcok karena masalah ekonomi, bapak yg memang hanya seorang pegai toko biasa yg berpenghasilan rata2 memang kadang tak mampu menutupi biaya keluarga kami sehingga ibu ber inisiatip untuk berdagang sayuran dan alhamdulillah mampu membantu bapak memenuhi kebutuhan kami.. namun rupanya ke ingin ibu bukan hanya ingin menutup kebutuhan kami tapi lebih dari itu ingin kehidupan yg layak dan sbuah tempat tinggal yg mampu kami tempati karena sampai kakak ku lulus SMP kami memang blum punya rumah di tambah lagi bapak yg kerjanya kurang memadai yg kadang kalo rajin kerja selama 1 bulan kadang libur selama 2 bulan.. kadang itulah mengapa apak dan ibu selalu bertengkar dan masalahn ya selalu sama ibu ingin pergi ke luarnegri untuk punya rumah sedangkan bapak tak pernah menginjikan ibu pergi dan meminta ibu untuk sabar menunggu,, tapi mungkin ke sabaran ibu sudah pada titik nya,, shingga ibu putus kan untuk lari,,
bapak pulang pukul 11 malam sebenarnya mlm itu aku tak bisa tidur sama seperti kakak ku namun aku coba pejamkan mata,, suara motor bapak terdengar,, kakak ku bergegas membuka pintu ku buka tirai kamar,, ku lihat wajah bapak menguratkan kesedihan,, apa mungkin ibu tak mau pulang? aku tak tau dan aku tak bisa mendengar percakapan kakak dengan bapak.. aku kembali ketempat tidurku ku peluk bantal guling ku,, aku mengais membayangkan ibu tak lagi berda di sisiku,, tapi bodoh mana mungkin ibu meninggalkan aku,, aku tau ibu ku,, aku tau ibu sangat mencintai kami mana mungkin ibu tega meninggalkan aku,, aku coba menenangkan diri sendiri sampai akhirnya aku pun tertidur,,
pagi ini rasa nya tak mw bangun mata ku terus menempel seperti di tempeli perekat namun aku benar2 kaget kakak ku mencipratkan air ke wajag ku,, "aduh,,, yg bener aja donk ka,,, dingini.. " "abis km kalo udh tidur susah di bangunin udah subuh cepet bangun solat" dengan malas aku menuju kamar mandi,, ku ambil wudu beurrrrr,,, dingin banget mata ku masih belum terbuka juga ... "ibu.... ibu... ambilin anduk!!!" tiba2 aku terdiam kenapa ibu tak datang apa semalam ibu memang tidak pulang?.. kakak ku datang mengambilkan anduk untuk ku,, "manja banget ni!!!" aku keluar dari kamar mandi menuju kamar tidur ku untuk solat ku lihat bpk sudah bangun, tumben se pagi ini bpk sudah duduk di depan tv apa se mlm bpk tidak tidur?..
setelah mandi dan sarapan aku adik ku siap berangkat sekolah sementara kakak ku sudah terlebih dahulu berangkat,, aku sebenarnya masih penasaran keman ibu pergi,,, "pak ibu mana?" celetuk adik ku bertanya pd bapak,,, bapak terdiam.."ibu ke rumah ua dulu.." hanya itu yg bapak ucapkan,, kami pun berangkat ke sekolah... sepanjang hari di sekolah aku tak mod untuk bicara pada teman2.. antah kenapa rasanya malas sekali bahkan aku tidak menulis pelajaran.. " vi knp sch?" tanya seorang sahabat ku.. "g pp.. eh ntr pulang sekolah aku mw maen y k rumah km.." mungkin teman ku ini merasa aneh tapi dy mengangguk.. aku mersa malas sekali untuk pulang ke rumah malas sekali untuk tau apa yg terjadi.. maka se pulang sekolah aku tak langsung pulang aku malah pergi maen ke rumah temanku ini.. namun setelah berada di rumahnya perasaan ku jadi makin tak enak ingat pada adik ku mungkin di rumah adik ku sendirian .. " aku pulang aja y,, " "loh kenapa?" "g pp kasian adik ku dy sendirian di rumah " "sendirian? emang ibu km kemana?" aku tak bisa menjawab dan tak ingin menjawab aku hanya tersenyum dan aku tau bahwa teman ku ini tau apa maksud ku yg tak mw bercerita dulu.. lalu aku pun pulang,, sepanjang jalan hanya adik ku yg aku ingat,, apa dy sudah pulang ato dy bingung karena tak ada apa2 di rumah,, ku buka pintu rumah hanya adik dan bapak ku saja,, duh sukurlah ku kira bpk tidak ada,, "vi.. sini bentar,," ku deduk di hadapan bapak yg sedang makan dengan adik ku,, "vi kalo ibu tidak pulang gimana?" "maksud bpk apa? mana mungkin ibu tidak pulang paling cuma nginep bentar aja di rumah ua" "vi ibu tidak ada di rumah ua!" perkataan bapak seperti sebuah remote yg di pencet tobol paus nya yg menghentikan otak ku.. "vi harus tau kalo kemaren bpk ke rumah ua.. kata ua ibvu tak ada.. ibu pulang ke kampung halamannya" "tapi pasti pulang lagi kn pak?" bapak mungkin bingung mw mwnjawab apa karena mungkin jawaban bapak tak akan sesuai dengan ke ingginan ku.. "kalo seandainya ibu tak mau pulang lagi bagai mana?" "kalo gt kita susul ke rumah nya saja pak" .. mungkin sangat sulit untuk ku menerima semua ini yg pasti aku ingin melakuakan segala cara untuk mengembalikan ibu ku..
4 haru setelah itu ibu pun pulang tapi kali ini ibu tak sendirian ibu di temani ka dila dan ka lifa meraka adalah anak dari ua ku yg ada di kampung,, aku sangat senang ibu ku memeluk aku dan adik ku,, "ibu kirain g akan pulang lagi" kata adik ku pada ibu yg mungkin membuat mata ibu berkaca2.. sebenarnya aku pun ingin bertanya namun kalo akui bertanya pasti suasana ini akan berubah jadi kesedihan,, ibu membawa bnyk makanan dan kue aku dan ke dua anak ua ku sibuk membuka isi tas ibu... sementara aku lihat ibu dan bapak pergi ke kamar mungkin mereka mau mengobrol.. dan obrolan mereka pasti adalah obrolan orang dewasa,,
setelah makan malam kami semua berkumpul di depan tv.. lalu ibu pun mulai membicarakan bahwa ia berencana untuk kerja di luar negri dan kemarin itu ibu pergi ke jakarta untuk mendaftar dan di medical cek up,, aku benar2 kaget,, tapi bpk sepertinya sudah tau,, aku tak bisa berbuat apa2 karena aku tau ini adalh keinginan ibu dari dulu.. dan mungkin inilah yg ibu bicarakan kemari dengan bapak.. " mungkin besok kita semua pergi ke kampung ibu,," aku tau ini pasti terjadi.. ibu mengapa engkau putuskan ini secara tiba2
aku tau semua ini demi kami anak2 mu,, karena engkau ingin kami bisa merasakan hidup lebih baik,, tapi apa engkau tau rasa ingin merasakan hidup lebih baik tidak lebih besar dari rasa ingin selalu berada di sisi mu,, ibu aku mencintai mu,, kadang semua keputusan mu itu membuat aku marah kadang membuat aku sedih pula,, ibu ku ingin engkau mengurungkan niat mu unukpergi jauh dari ku,, namun apa yg bisa aku lakukan karena aku hanyalah seorang anak kecil yg tak mungkin engkau dengar,,
esok harinya kami pergi ke kampung ibu,, sepanjang jalan aku menahan rasa sedih ku karena mungkin ini adalah terakhir kali nya aku bertemu dengan ibu,, yg paling parah yg aku rasakan adalah sakit fifi yg aku derita semenjak 4 hari yg lalu,, sepanjang jalan ku lihat pemandangan2 yg indah namun kali ini tersa suram.. rasanya kehilangan sosok ibu adalah hal yg mengubah segala yg aku anggap indah menjadi suram.. akhirnya kami pun sampai di rumah ibu,, semua orang di desa ini sudah seperti keluarga bagi ku,, mereka menyambutkami sepanjang jalan mereka menyapa kami dan melambaikan tangan,, ini yg paling aku suka di desa ini mereka semua sangat baik pada kami,, apalagi kakak ibu ku mereka menyiapkan makan bagi kami seolah kami ini adalah orang penting,,
kami ngobrol naglor ngidul, makan bersama, sampai mlm.. sampai pada pembicaraan ibu ku yg akan pergi,, "de,, udh tinggal sm ua aja di sini ada kamar kosong ko" aku hanya tersenyum karena aku memang tidak ingin tinggal di sini karena bapak pernah bilang bilang pada ku sebaik2 nya orang lain maka akan lebih baik keluarga sendiri,, itulah mungkin yg menjadi dasar kenapa kau tak pernah mau tinggal bersama orang lain karena pada kenyataannya memang demikian,.,bukan aku tak percaya akan kasih syang keluarga tapi kalau aku tinggal bersama mereka bagaimana dengan bpk ku apa dy akan tinggal sendirian di sana,, aku tau di tinggal kan ibu adalah hal berat bagi ku apa lagi bagi bpk ku,, aku tidak mau meninggalkan beliau karena pasti beiau akan sangat bituh aku,,
ini mungkin adalah malam terakhir aku bersama ibu karena besok kami harus pulang,,, aku dan adik ku tidur di kamar depan sedangkan kakak ku tidur di kamar lain,, kenetulan kakak ku berangakat dengan calon suaminya,,, sedangkan calon suaminya tidur di kamar yg alian,, aku tak bisa tidur apa lagi dengan sakit gigi ku yg kambuh rasanya dunia ini berputar sangat kencang aku mengais adik ku yg tau aku meanagis lalu memanggil ibu.. ibu datang dan berusaha mengobati ku,, ibu tau kah engkau yg aku butuhkan bukan hanya obat tapi kehadiran mu untuk bersama ku,, rasa marah pun berkecamuk dalam ht ku,,,
esok hari nya kami bersiap pulang ibu ku menyiapkan perbekalan untuk kami bawa.. karena ibu tak akan ikut pulang ibu akan berangkat ke jakarta nantinya dengan ua.. aku mersa sakit ku bertambah parah,, "vi g apa2 kalo mau besok pulang nya nanti di antar ua" kata bapak pd ku karena beliau tau kalo aku sakit gigi.. "g akh mw pulang sm bpk aja sekarang''
Tidak ada komentar:
Posting Komentar