Riza : mudah mudahan... mereka ber3 pun masuk melihat ke adaan,, Fikri : ky nya lagi bnyk pasien ni
neo: g apa2 lah qta tunggu aja bntr paling jm 9 juga udah abis..
riza : ok dch abis itu qta beraksi.. mereka bertiga pun duduk di dia natara para psien tanpa terasa waktu telah menunjukan pukul 21.03 "wah bro dah jm sembilan lewat" ucap neo sambil memperlihatkan jam tangan nya,, "wah udh malem ni" pasien masih blum berkurang juga,, dengan penasaran fikri mendekati salah satu pasien seorang ibu paruh baya dengan kerudung merah,, "permisi bu,, apa ibu jug pasien nya?" "owh betul"
"memang nya ibu no Berapa? " "saya no 19 memang ade pasien dokter luky jua?" seperti yg tertera di pintu sang dokter bagwa doter luky adalah seorang spesialis kandungan,, dengan malu fikri pun menjawab "owh bukan bu sy ini hanya mahasiswa aj " " owh memang nya ada apa ade mw ketemu doter luky?" "mmm sy mw presentasi aja bu. maf menggu waktu nya terimakasih" tak mw panjang lebar fikri langsung pergi ktmpt tmn2 nya.. "wah bro ky nya jgn mlm ini dch" "knp emang nya?' tanya neo " ky nya doter luky lagi bnyk pasien si ibu itu aja no 19 td gw liat yg masuk baru no 8" sejenak suasana hening bingung antara di lanjutkan ato pulang sj,, "y udh dch besok lg ja kali y qta kesini " ajak riza " yah za qta tu datang udh jauh2 man ke ujanan lg masa g dapet apa2" neo terus memaksa bahwa dy ingin tetap di kelinik menunggu dokter luky.. " tf udh mlm ne,, besok aja qta ke sini lg,, " fikri setuju untuk pulang.. " g bisa pokonya gw mw di sini terserah lo semua mw pulang " "jgn gt donk neo,, qta kn dateng bareng2 jadi pulang juga harus bareng2" riza mencoba menenangkan keadaan .. wktu trus berjalan kini ke 3 pemuda ini sudah mulai mengantuk riza melirik jm nya ternyata menunjukan pukul 22.05 " wah bro udh lah qta pulang aja liat tu pasiennya g berkurang, udh lag gw balik aja besok kn ada pelajaran pk darma.. low telat qta pasti g di ijinin masuk" "gw setuju za,,, qta balik aja dch mungkin blum rizkinya qta hr ni" fikri dan Riza bersiap untuk puylang mereka sudah mengenakan jaket nya tf neo masih trus terduduk,, " neo mw sampe kapan low nunggu" tanya fikri pd neo.. "pokonya gw di sini.. gw g kn balik low blum dapet hasil" "neo ntr nyokap lo hawatir udh besok aja" Riza mulai mendesak neo tapi karena memang sifat neo yg keras kepala tak satupun dr mereka ber2 bisa membnujuk neo,, "y udh qta berdua balik duluan,, lo ht2 aja.. low ada apa2 hubungin qta aja,, " ucap fikri sambil bersalaman pd neo,, "ok tenang aja gw g bakal pulang sebelum ada hasil " "terserah lo aja dch neo.. qta udah ngajakin lo balik kn,, jd low ada apa2 jgn salahin qta" ucap Riza dengan kesal nya,, fikri dan riza pun pergi meninggalkan neo sendiri dia antara ke ramaian pasien hmm dasar g sabarn biarin aja ntr low gw dapet hasil gede g akan gue bagi2 dch,, ucap neo dalam hati nya,,setelah di tinggal kan tmn2 nya neo benar2 mersa mengantuk lalu dy putus kan untuk tidur sejenak, neo mancari tempat yg tak terlihat orang supaya tak terlihat bahwa dy sedang tidur,, hmmm kalo aja bukan karena janji sm dokter luky gw juga g mw nyusahin diri sendiri,, neo trus bergumam dalam ht nya,, lama kelamaan matanya mulai meutup neo tak bisa menhan rasa kantuk nya lebih lama lagi,, sementara waktu trus berjalan,,akhirnya jam buka kelinik pun habis,, semua orang yg berada di kelinik pun pulang.. karena neo duduk dipojok lrong sehingga tak ada yg menyadari bahwa ada seorang peuda di pojok lorong yg sedang tertidur.. lampu mulai di matikan tak ada seorang pun yg berda di dlm kelinik hanya beberapa orang satpam yg berjaga di luar gedung.. waktu mulai menunjukan pukul 00.00 dan neo begitu pulas nya sampai tak menyadari bahwa dia hanya seorang diri di klinik tersedbut.. udara dingin mulai tersa menyelimuti sekujur tubuh neo.. namun dy tetap lelap dlm mimpinya,, tiba2 sebuah sentuhan dingin menyentuh pundak nya,, "dikk,,,," hmmmm neo hanya bergidik tampa membuka matanya,, "aadikkk," suara ini begitu menggu bagi neo lalu ia buka mata.. betapa terkejutnya ia yg dia lihat adalah sosok seorang bapak tua yg sedang memegang sapu yg sebagian wajahnya tlah rusak,, "aaaaaa...." neo pun pinsan seketika,, tapi anehnya sosok bapak ini tak pergi juga.. "adiiiik..." neopun terbangun lagi kali ini mata nya melotot dan kembali berteriak "aaaargh..." lalu kembali pingsan.. "aduh si adikk dy pingsan atau kebluk ck..ck..ck.." rupanya sosok hantu ini tlah terbiasa menghadapai manusia yg seperti neo,, tapi hantu ini meninggalkan neo sambil trus mengepel lantai,, lalu tak lam berselang sebuh tangan memengang kaki neo seketika itu pun neo bangun dan menjerit "aaaaaa,,,,," neo benar2 kaget setenagh mati sosok seorang sususter yg mengesot memegang kaki nya.. mlm itu neo benar2 syok tapi ketika neo akan pingsan tiba2 tangan mahluk tersebut menutup mulut neo " jangn pingsan dulu anak muda.. cepat pergi dari sini.. sebelum kami menggagumu lg,,," neo pun pengangguk,, dengan mulut yg masih terbuka neop pun lari kocar kacir tapi semu pintu tertutup neo terus berlari dengan keringan dingin mengucur deras di kepala nya.. neo mencoba membuka pintu kelur namun pintu itu terkunci,, "tolong..tolong.. siap saja tolong aku.." namun tak seorang pun mendengar neo bahkan para satpam di luar pun asik menikmati kopi nya sambil mendengarkan radio.. neo trus berteriak tanpa dia sadrai sorang ank kecil yg tangannya putus terus mendekatinya,, "kaaa tolong sambungkan tangan saya,, ka,,,, tolong sambungkan tangan saya" neo benar2 ketakutan ia pun berlari dan tampa sadar menabrak pintu kaca kelinik lalu berlari ketengah jalan,, tanpa di duga sebuah mobil pribadi melaju kencang hingga BRAKK tubuh neo terpental 20 meter dari area kelinik menabrak trotoar brak.. semu orang yg berda di sekitar berkerubung melihat kejadian itu,, kepala neo yg terpental dengan kepala terlebih dahulu hancur berantakan,, neo seolah baru bangun adri ajtuh nya tak sadar dengan apa yg terjadi neo melihat banyak orang yg mengerumuni nya,, ada apa sebenarnya,,
neo bertanya pada salah seorang " pa yg terjadi? mengapa kalian mengerumuni ku ?" namun tak ada seorang pun yg menjawab mereka seolah tak menyadari keberadaan neo,, neo seperti orang yg hilang di antara mereka,, lalu neo berbalik dan melihat kebelakang sesosok tubuh mirip dirinya dengan kepala yg terbelah mengucurkan darah segar terbujur kaku di pinggir jalan,, APA!!!... tidak mungkin.. neo tak percaya dy dekati tubuh itu,, dia lihat dan perhatikan baju yg di di kenakan di tubuh itu memang baju milik nya,,, neo terlunglai lemas apa benar tubuh itu dy?? tak lama polisi pun adtang dengan mobil ambulanc

Tidak ada komentar:
Posting Komentar