Senin, 02 Juni 2014

bag 1 ancaman

sore ini udara terasa panas matahari sepertinya belum mau beranjak pulang warna orangenya memenuhi langit membuat aku harus menutupkan buku di depan mataku agar dapat melihat jalan dengan jelas karena sinar mentari kali memantul dari jalanan, aku dan teman - teman ku baru saja pulang kuliah pelajaran sore rasanya lelah dan ingin cepat sampai ke kosan namun beginilah nasib perantau yang kere, tak punya sepeda, motor atau apalagi mobil yang bisanya cuma nunggu angkutan umum di pinggir jalan, karena bersama teman teman menunggu angkot pun jadi momen menyenagkan biasa nya aku nunggu di pinggir jalan sambil ngobrol dan bercanda untuk mengusir kejenuhan
 suaranya sudah terdengar dari kejauhan namun masih belum jelas dari mana arahnya namun kita semua sudah tau kalo suara ini adalah suaran tekanan ban mobil sport yang di tekan sangat keras suara gas nya terdengar semakin jelas dengan sekejap mobil sport berwarna merah itu melaju begitu kencang tepat kearah aku dan teman-teman ku berada namun dengan sigap aku mendorong teman teman ku kami pun tersungkur, mobil itu berhenti beberapa meter dari kami.
dan tak bisa aku percaya mobil itu seperti sengaja berusaha mencelakai kami
" gila tu mobil "
"gima kalo kita benar bena tertabrak"
teman teman ku terus mengomel, aku benar-benar marah berani beraninya dia mencelakai aku dan teman-teman ku , aku langsung bangun dan mendekati mobil itu
"mut lo mau kemana?"
"gue mau tau siapa oranag gila yang bawa mobil itu"
"jangan mut kaya dia lagi mabok"
aku terus berjalan tanpa menghiraukan teman teman ku, ku ketuk mobili itu samapai orang nya membukakan kaca mobilnya, dan yang peling mengejutkan adalah .....
Dia adalah Calvin anak borju kampus kami ayah nya adalah seorang notaris besar sementara ibu nya adalah seorang dokter sekaligus direktur sebuah rumah sakit swasta yang di buat oleh yayasan yang didirikan oleh keluarganya dan aku tak ingin berurusan dengannya.
tapi aku sudah sampai disepannya dan tak mungkin bebalik badan dia keluar dari mobilnya berdiri tepat di hadapan ku postur tubuhnya lebih tinggi 10  cm dari ku yah sekitar 178cm badannya tak gemuk dan juga tak kutus rambutya lurus dengan bagian depan sedikiy menyentuh dahinya hidungnya mancung namun saat ini mata merah dengan genangan air di sudut matanya apa dia menangis? ah mana mungkin
"oh jadi kamu yang tadi mau nabrak aku?"
dia tak menjawab pertanyaan ku dan itu yang membuat aku takut, aku ingin berlari tapi tatapannya seperti mengunci ku, aku berusaha mencari arah untuk melarikan diri
"mau kemana?"
dia menarik tangan ku jantungku berdegup kencang ku kibas tangannya
"apa maksud kamu bawa mobil kaya tadi, aku sama temen teman aku hampir aja tertabrak.."
"aku cuma mau nyingkirin lalat doang, yang ngeganggu pemandangan"
kuarang ajar...
"apa kamu bilang lalat? kamu pikir aku sama temen2 aku lalat?"
dia tersenyum sinis
"denger y aku bisa laporin kamu kepolisi"
"coba aja kalo bisa" dia malah nantang
"siapa bilang aku g bisa, aku ga takut sama kamu"
"bagus kalo kamu g takut sama aku, tapi mending kamu segera pergi dari hadapan aku "
"aku emang mau pergi ko"
"pergi dari kampus" aku langsung diam hati ku panas mata ku pun mulai panas tapi aku terus menahan airmata ku,tatapan nya semakin dingin
"kenapa aku harus pergi dari kampus"
"karna kamu menghalangi pemandangan"
"kenapa g kamu aja yang pergi" dia diam
"aku pengen kamu yang pergi, aku g suka liat kamu di kampus, di semua tempat, atau bahkan di kota ini"
aku diam tak bisa bicara lagi apa dia benar benar benci pada ku??? itu yang ingin aku tanyakan
 mata nya merah lalu air mata jatuh di pelupuk mata nya,aku kaget  Calvin kenapa kau menangis? aku  bertanya tanya ada apa dengannya dia segera masuk kemobilnya dan berlalu dari hadapan ku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar