Selasa, 03 Juni 2014

Bag 2 mutiara

membuka mata ku lebih lebar merasakan sejuknya udara pagi lewat jendela kamar kos ku, namun tak mempu menghilangkan bayangan ku tentang Calvin, apadia benar benar benci aku??? yah sudahlah i dont care memikirkan hidupku saja sudah cukup sulit sekarang harus memikirkan orang lain sungguh terlalu, setiap pagi sebelum berangkat ke kampus aku selalu mampi ke tempat bu rahman untuk mengambil kue yang selalu ku jual di kampus karena hasilnya lumayan bisa untuk menyambung hidup di perantauwan,
tekad ku sudah bulat aku ingin kuliah dan mendapatkan gelar sarjana walau pun kedua orangtua ku bilang mereka tak sanggup kalau untuk mengkuliahkan ku, tapi dengan segala tekad membara aku pergi ke kota ini untuk bisa melebarkan sayap ku, walaupun hanya berbekal doa dan beberapa lembar uang seratus ribuan hasil ibuku menjual satu satunya TV di rumah uang hasil keringat bapak selama sebulan namun aku janji akan mengembalikan uang ini berkali kali lipat, ibu memeluk ku erat sedangkan bapak mengusap kepalaku,
"jangan lepas jilbab mu nak" ibu berbisik lirih di telinga ku
"ingat jangan lepas dari wudhu dan Alquran" itu wejangan bapak lalu bapak masuk kerumah hanya singkat namun begitu padat, wrjangan itu terpatri kokoh dalam hatiku, aku melangkah keluar dari rumah dengan semangat 45 BANDUNG BERSIAP SIAPlah untuk anak bansa mu yang satu ini....
sebenarnya keluarga ku bukan keluarga yang kental dengan agama dan tak pernah ada paksaan untuk mengenakan hijab atau tidak, keinginan berhijab itu datang begitu saja dan aku merasa lebih cantik bila berhijab itu saja, lalu aku mulai berpikir kalau aku hanya akan mencintai dan memberikan rasa sayang ku untuk suami ku kelak hahahhah..... umur berapa sih aku sebenarnya???

kadang aku bekeliling setip kelas untuk menjajakan makanan ku tanpa ragu dan takut aku melangkah mungkin mereka semua heran bisa bisanya adak yang berdagang di kampus but no problem yang penting dagangan ku habis dan aku bisa makan, kadang aku membantu mengetikan makalah teman teman ku pokonya apapun asal halal karena kalau mengandalkan bapak dan ibu rasanya tak mungkin mereka juga masih harus membiayai sekolah adik ku, . semangaaaaaaaaaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar